Latihan Khusus
Latihan Khusus
KSR Universitas PGRI Semarang mengadakan Latihan Khusus sebagai bagian dari usaha meningkatkan kemampuan relawan dalam menghadapi situasi darurat dan bencana. Kegiatan ini dirancang secara menyeluruh melalui lima topik utama, yaitu Assessment, Keposkoan, Logistik, WASH, serta Dapur Umum (DU). Setiap topik dibuat agar relawan memahami dengan baik, memiliki keterampilan teknis, serta siap secara mental untuk menjalankan tugas secara profesional di lapangan.
Pada topik Assessment, peserta dilatih untuk memahami pentingnya mengumpulkan data awal saat menghadapi keadaan darurat. Assessment menjadi dasar dari semua langkah respons, sehingga informasi yang akurat dan tepat sangat penting. Peserta belajar metode pengamatan cepat, teknik bertanya langsung pada korban, evaluasi kondisi sekitar, serta cara mengenali kelompok yang rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Selain itu, relawan juga belajar mengidentifikasi kebutuhan yang paling penting, seperti makanan, air, kebersihan, kesehatan, dan perlindungan. Peserta diberikan cara menulis laporan yang terstruktur, mulai dari menggambarkan situasi, memetakan area yang terdampak, hingga memberi rekomendasi langkah penanggulangan. Dengan materi ini, diharapkan relawan bisa membuat keputusan yang tepat dan didasarkan pada data saat menghadapi keadaan darurat.
Topik Keposkoan memberi penjelasan tentang peran posko tanggap darurat sebagai pusat koordinasi seluruh kegiatan di lapangan. Peserta diperkenalkan struktur organisasi posko, termasuk komando, logistik, layanan kesehatan, informasi, dan bidang pendukung lainnya. Mereka belajar tentang alur komunikasi di dalam posko, mekanisme laporan harian, penyusunan papan informasi, penyimpanan data korban, serta strategi koordinasi dengan lembaga seperti BPBD, PMK, atau tenaga medis. Melalui simulasi langsung, peserta berlatih mengoperasikan posko dalam situasi yang padat informasi, seperti menerima laporan, membuat respons cepat, mengatur rapat tim, serta memastikan semua kegiatan berjalan aman dan rapi. Kemampuan ini sangat penting agar relawan bisa menjalankan fungsi posko secara efektif ketika bencana terjadi.
Dalam topik Logistik, peserta mempelajari bagaimana mengelola bantuan yang diterima secara akurat, aman, dan transparan. Materi mencakup proses penerimaan, pencatatan menggunakan kartu stok, pengelompokan berdasarkan jenis barang, serta penyimpanan di gudang sesuai standar. Peserta juga memahami proses penyampaian bantuan agar sampai tepat sasaran. Selain itu, mereka mengenali hambatan yang sering terjadi dalam logistik, seperti jalan rusak atau keterbatasan kendaraan, serta belajar solusi yang bisa dilakukan. Kegiatan ini menekankan pentingnya menjaga integritas dalam pengelolaan bantuan agar seluruh proses tetap akuntabel dan sesuai prinsip kemanusiaan.
Materi WASH (Air, Sanitasi, dan Kebersihan) bertujuan menjaga kesehatan masyarakat yang terkena bencana dengan cara menyediakan air bersih, mengelola sanitasi, dan mengajarkan kebersihan. Peserta belajar bagaimana mengukur akses air di lokasi pengungsian, menentukan titik penampungan air sementara, metode penyaringan air yang mudah, serta cara mencegah air terkontaminasi. Dalam hal sanitasi, peserta diajarkan penempatan toilet darurat, pengelolaan sampah, dan upaya mencegah penyakit berdasarkan lingkungan sekitar. Edukasi tentang kebiasaan hidup bersih dan sehat juga diajarkan, seperti cara mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan makanan, dan memakai fasilitas sanitasi dengan benar. Materi WASH sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit menular yang sering terjadi di area pengungsian.
Sementara itu, materi Dapur Umum memberikan keterampilan teknis kepada peserta dalam menyediakan makanan dalam jumlah besar untuk warga yang terdampak. Relawan belajar merencanakan menu yang bergizi, menghitung kebutuhan bahan, teknik memasak dalam skala besar, serta pembagian tugas dalam tim. Selain itu, peserta juga dilatih menerapkan standar keamanan makanan, mulai dari menjaga kebersihan bahan, proses memasak yang higienis, serta penyimpanan makanan yang aman. Dalam simulasi dapur umum, peserta mempraktikkan cara mengatur alur kerja mulai dari persiapan bahan hingga distribusi makanan kepada warga. Pengelolaan dapur umum yang baik sangat penting karena makanan merupakan kebutuhan utama saat bencana terjadi. Secara keseluruhan, pelatihan khusus ini bertujuan membentuk relawan yang tanggap, profesional, dan dapat bekerja secara terkoordinasi dalam berbagai situasi.
Dengan mempelajari materi penilaian, posko, logistik, WASH, dan dapur umum, para relawan tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga memahami nilai-nilai kemanusiaan, kerja sama tim, serta pentingnya respons cepat yang tetap menjaga keselamatan. Program pelatihan ini merupakan langkah strategis bagi KSR Universitas PGRI Semarang dalam mempersiapkan relawan yang siap bertindak kapan saja bila dibutuhkan untuk membantu masyarakat.
Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah yang bagus agar bisa memotivasi teman-teman SIAMO!!!